Membersihkan WTS

WTS (Water Temperature Sensor) atau lebih dikenal dengan sensor panas merupakan bagian penting dari pengaturan kipas radiator. part ini biasanya bertahan lama sampai tahunan namun terkadang kita perlu melakukan perawatannya dengan cara membersihkan WTS. gejala WTS bermasalah biasanya meliputi dengan over head, atau keluarnya air dari tabung reservoir, hal ini terjadi akibat sensor telat memberikan sinyal electric ke arah kipas radiator untuk segera bekerja, bahkan kipas radiator telat untuk berputar sehingga radiator sudah mengalami panas berlebih.

Cara kerja WTS sangat mudah dipahami, ujung WTS akan mendeteksi berapa derajat panas yang iya terima, karena aliran air radiator mengenai WTS sehingga ketika air radiator sudah berada di titik didih tinggi, WTS akan mengirimkan sinyal ke kipas radiator untuk menyala menghembuskan angin ke radiator dan mesin. berbeda dengan extra fan yang memang tugasnya hanya berlaku jika AC menyala. banyak orang yang mengira jika kipas fan akan menyala ketika mesin hidup walaupun dalam kondisi dingin, sebenarnya bisa saja seperti itu namun hal demikian bisa membuat umur motor fan cepat habis. mesin memerlukan yang namanya suhu ideal, tidak boleh mesin selalu dingin karena ada beberapa part yang butuh pemuaian dan cairan seperti oli harus berada di suhu tinggi agar bekerja secara baik.

Letaknya di sebelah termostat dan socketnya berwarna sendiri.

jika kipas suka telat menyala atau tidak menyala sama sekali, jangan langsung menggantikan fan radiator satu set yang baru tapi coba untuk membersihkannya dahulu, wajar saja kalau sensor nya kotor karena terkadang air radiator terisi debu-debu atau kerak.

1. Buka WTS dengan cara seperti membuka baut, tetap hati-hati dalam melepaskannya karena bagian plastiknya bisa mudah grepes.

2. Cabut perlahan WTS nya dari rumahnya.

WTS yg kotor

3. siapkan cairan seperti DCS, Nulon atau Carb Cleaner.

4. Rendam ujung wts dengan cairan tersebut selama setengah jam.

rendam dengan cairan

5. bersihkan sampai benar-benar keadaan ujung wts mengkilap bagai kuningan.

6. pasang kembali dengan berhati-hati

hasilnya, bersih dan bagus lagi

mudahkan?, kerak-kerak yang menutupi sensor wts dapat mengganggu pengiriman sinyal ke fan radiator. kalau sudah bersih, daya sensitifitas WTS akan kembali normal kembali. semoga cara ini bisa membuat kinerja radiator kembali normal seperti sedia kala. tidak disarankan dibersihkan dengan cara diamplas, direndam dengan bensin atau wd40 dan pembersihan selain tips diatas.
Artikel singkat ini dibuat oleh Om Jeff  Supriadi (korwil Timor-er Tangerang)
di olah menjadi tulisan oleh admin

23 comments on “Membersihkan WTS

  1. pongo on said:

    maaf, saya bukannya sok pintar, tapi keliatannya yang di maksud water temperature sensor (WTS) di sini itu Thermoswitch yang berfungsi untuk mengaktifkan kipas pendingin radiator. kalo yang namanya water temperature sensor, kalo di istilah teknisnya TW sensor atau Engine Coolant Temperature Sensor itu buat membaca suhu mesin, sehingga ECU bisa memberikan campuran bensin dan udara yang pas sesuai dengan kebutuhan mesin. Semoga bisa buat tambahan pengetahuan…

  2. admin on said:

    kotor karena kerak.. karat dan lifetimee

  3. Albert on said:

    Om saya beli timor baru 2 bulan ini,tapi setelah saya baca artikelnya mengenai membersihkan WTS ternyata saya baru nyadar kalau extra fanya pas dinyalain mesin ikut nyala tapi g ada pengaruh ke mesin,,,semuanya baik-baik ja, mesin ttp dingin dalam kondisi macet pun mesin tetap stabil, nah yang ingin saya tanyakan pengaruh ke mesinya untuk jangka panjang apa y?kalau memang ada,,,

    • admin on said:

      ga sih cuma motor kipas cepet tewas nantinya om

      • DEDEN HP on said:

        Saya kemarin baru ganti switch van radiator, waktu lihat didusboard indikasi temperatur sudah di tengah, van tidak mau jalan saya coba cable yang menempel ke wts di lepas dan di tempelkan di ground, kipas langsung nyala ini penyebabnya apa yah bung admin. terimakasih.

        • admin on said:

          biasanya dari soket yg udah bermasalah, bisa karena ada kabel putus atau memang soketnya dah gak bagus, bisa juga akibat getas masang nya bisa kebalik

  4. Anas on said:

    Kalo punya ane nancep muter, dicabut jg muter terus, apanya Om?

  5. bemby on said:

    mantaaaaab

  6. malam Om,,,saya mau nanya nih,mobilsaya kalau di hidupkan kenapa mesinnya bergetar kuat ya? dan temperatur bensinnya gak bekerja,,jd saya tidak tau sisa bensin di tangki,jd apanya ya Om,,mohon di jawab terima kasih

  7. tanya lagi gan? mobil saya timor DOHC pada tarikan awal agak berat pada gigi 1 dan 2 (jalan pelan) kaya kurang tenaga gitu, jadi kopling harus diinjek dan gas kudu gede, tapi kalo udah gigi 3 dan seterusnya ga ada masalah, kira-kira apa penyebabnya gan? filter udah sy bersihkan dan ganti oli kondisi agak mendingan tapi masih rada berat…

  8. syamain on said:

    gan,,,, mohon solusinya,,saya punya mobil Avanza 2011, kemaren perjalanan ke kantor terjadi masalah pada mobil saya, temperatur panas naik full,, trus amper fuel jadi naik padahal minyaknya hanya separo,,, kaget dibuatnya,,,tapi kipas bagus,,, air radiatur tidak bocor,,dan kontak dinyalakan dan belum di stater temperatur panas naik padahal mesin dingin,,, mohon petunjuknya,,terima kasih sebelumnya,,,

  9. valencia bojonegoro on said:

    mas taufik,,,, radiator panas dan mesin mati,,,,saya cek masalah di wts…..jika soket wts dilepas kipas jalan dan radiator normal tapi jika soket wts dipasang radiator panas dan mati………..apakah soket wts harus ganti baru ato hanya di cleaner aja bisa mas……matur suwun mas

    • wts nya coba dibersihkan saja dulu om

      • a.bisri on said:

        Mas, WTS sudah saya bersihkan sampai megkilap. Jika soketnya disambungkan fan rad telat putar, jika soketnya dilepas fan putar. Masalahnya diapanya mas dan jika fan mutar terus ( soket dilepas ) apa berbahaya terhadap motor fan nya. terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>