Membangun Mobil Timor Rally

2

Jika anda tertarik membangun sebuah mobil reli yang murah, Timor S 515i milik Muhammad Harri Prastomo ini bisa jadi acuan. Tak sekedar murah, tapi ditangan Taqwa Suryo Swasono, sang mekanik, mobil ini tetap mampu berprestasi Bersama mobil Timor keluaran tahun 1997 ini, M Harri “Ade” Prastomo tercatat beberapa kali meraih sukses. Tahun lalu misalnya, ia berhasil merebut gelar juara nasional Sprint Rally kelas NAZ. Tahun ini Ade pun berpeluang menyandang gelar “Best Driver N16 2003”, setelah berhasil menjadi juara di dua seri Kejuaraan Nasional Speed Rally 2003.

Apa sih rahasianya ? Yang pasti selain skill Ade yang memang sudah cukup teruji, performa prima tunggangannya pun tak bisa dikesampingkan. Kali ini akan lihat bagaimana Taqwa Suryo Swasono meramu si Hitam Kuning menjadi mobil yang andal. Timor S 515i itu pertama kali dibangun menjadi mobil rally pada tahun 2000. “Mobil ini dibuat benar-benar murah meriah”, kata Taqwa. Bagaimana tidak, punggawa Garden Speed itu hanya butuh dana Rp 40-45 juta untuk membangunnya-biasanya untuk grup N16 mencapai Rp 50-100 juta, diluar ongkos kerja dan harga mobil itu sendiri tentunya.

3Taqwa berfikir taktis. Ia tak ingin apa yang dilakukan justru mengurangi daya tahan mobil standar itu. Biaya yang dikeluarkan pun praktis hanya untuk bagian-bagian yang dianggap vital, seperti sokbreker, jok, seatbelt, menyempurnakan fungsi rem, re-mapping mesin, dan reinforce girboks. “Spesifikasi mobil ini sebenarnya masih bisa ditambah, tapi karena sudah dirasa cukup kita tidak melakukan penambahan lagi. Seting mobil ini sudah disesuaikan dengan gaya Ade, dan dia bawanya kan sudah kenceng banget,”uangkap Taqwa. Dengan regulasi yang ada, tak banyak memang yang bisa dilakukan terhadap mobil tersebut. Mesin misalnya, harus dibiarkan apa adanya alias standar. Selain menyeting dengan computer standar, Taqwa praktis hanya melakukan perawatan. “Mesin sudah tiga tahun terakhir belum pernah rusak. Tiap tahun kita hanya melakukan rebuild dan mengganti beberapa bagian seperti ring dan metal”, tambahnya.
Selain performa yang ciamik, tampilan si Kuning Hitam pun tak kalah seksinya. Salah satu yang menarik adalah stiker bertuliskan powered by Atina. Selidik punya selidik ternyata tulisan itu punya arti mendalam buat Ade.
“Atina itu keponakan gue yang baru berumur 6 bulan. Maksudnya buat semangat dan biar dapat doa restu dari keponakan gue itu”, jelas Ade.
Memang ternyata doa buat si Oom lumayan ampuh. Buktinya Ade sukses juara di dua seri speed rally kelas N16 tahun ini. Kalau penasaran sama mobilnya Ade, tengok saja jeroannya berikut ini.
MESIN
Mesin mobil ini adalah standar Timor S 515i tipe B6 berkapasitas 1593 cc. Dengan penggerak empat silinder, mesinnya mampu memproduksi tenaga sebesar 120 hp. Selama tiga tahun digunakan reli, mesinnya belum pernah rusak. Agar tetap awet, mesin mengalami rebuild tiap tahun dan beebrapa bagian mengalami pergantian, seperti ring dan metal. Kabel busi menggunakan produk NGK, sedangkan busi dipilih NGK standar-berhubung busi racing tak memberi keuntungan yang signifikan.

TRANSMISI
Girboks memakai standar Timor berkekuatan 5 speed manual sebagai penunjang sistem penggerak dua roda (depan). Untuk mengatasi kendala yang sering ditemukan pada jenis mobil ini dimana girboks mudah rusak, maka bagian ini di-reinforce dengan sistem forkshift. Untuk kopling memakai produk Cusco.

SUSPENSI
Sokbreker bagian depan dan belakang mobil ini memakai produk berbeda. Bagian depan menggunakan Drummond, sedangkan belakang dipilih Bilstein. Tingkat kekerasan keduanya dipasang pada angka 50. Sedangkan untuk per depan belakang sama-sama memakai produk Drummond.

REM
Bagian ini seringkali mengalami kendala, rem tidak bekerja dengan sempurna. Untuk mengatasinya, distribusi aliran minyak rem disempurnakan. Selang yang awalnya berpola silang antara bagian depan dan belakang diganti dengan pola lurus. Kanvas rem menggunakan produk Brig, sedangkan brake lining memakai APP. Bagian lainnya memakai produk standar Timor S 515i.

KABIN
Rolbar enam titik seamless adalah hasil modifikasi sendiri yang dipasang menempel dengan sasis. Sepasang jok untuk driver dan co-driver mamakai produk buatan I-tech Bandung. Tak lupa seatbelt enam titik bermerk Sabelt dan sebuah tabung pemadam produk Appron menunjnag unsure safety mobil ini. Untuk kemudi, dipilih produk buatan Sparco. Merk yang sama digunakan untuk masing-masing pedal gas, rem, dan kopling. Alat Bantu navigasi dilengkapi dengan tripmeter berlabel Terratrip, plue sepasang Peltor sebagai alat Bantu komunikasi.

LAMPU
Untuk penampilan malam hari, mobil ini dilengkapi dengan empat buah lampu tambahan merk PIAA.

BAN
Saat tampil di lintasan berkarakter gravel, ban Silverstone atau Yokohama berukuran 185/65R14 jadi pilihan. Sedangkan di trek aspal mobil ini memakai varian RE711 berukuran 185/60R14. Untuk velg, lingkar basi produk Honda menjadi pasangannya karena dianggap punya daya tahan lebih baik.

4

1

Sumber dari : Majalah Rally XS Agustus 2003 / Garden Speed Motorsport

Tambahan foto

Bule aja pake timor buat rally tuhh... Bule in action

 

5 comments on “Membangun Mobil Timor Rally

  1. keren…

    makin bangga nih punya timor hehehehehe….:D

    btw tahu ngga mas budget buat bikin kaki2 mirip gitu, atau yang mendekati heheheh…:D

  2. Mengapa tidak memakai Busi Type Racing atau Iridium…koq malah pake Busi NGK Type standar?

    • admin on said:

      klo menurut saya, penggunaan busi gak berpatokan pada tema (balap atau standar) hanya yg membedakan dari koilnya saja. banyak orang yang salah paham dengan berharap mendapatkan power jika mengganti busi dengan yg tipe racing sedangkan jeroan lain tidak diperhatikan, pada dasarnya yang terpenting adalah koil karena part tersebut yang menyalurkan pengapian besar walaupun resikonya busi cepat mati jika menggunakan busi standar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>